Ini bukan tentang film yang diperankan oleh Mel Gibson dan Helen Hunt. Ini tentang kehidupan nyata. What Women Wives Want.
Setelah membahas apa saja hal-hal yang diupayakan isteri untuk menyenangkan hati sang suami, kali ini mari kita list apa sih sebenarnya yang diinginkan para isteri dari suami. Biar imbang lah. Selain itu untuk memenuhi request Mba Icha. (Hehe… jadi inget zaman SMU dulu, waktu masih sering request lagu ke radio deket sekolah).
Dari hasil survey kecil-kecilan yang saya lakukan, para isteri itu inginnya:
1. Suami tidak selingkuh.
Kok menempati urutan pertama? Ini faktanya (setidaknya dari sekian banyak ngobrol dengan para isteri). Hal yang paling menyakitkan bagi seorang isteri (yang telah berusaha semaksimal mungkin membahagiakan sang suami) adalah ketika mendapati si suami berselingkuh. Grhhhhhhhh…….
2. Didengarkan.
Terutama bagi isteri yang tidak tahan lama-lama menyimpan cerita pada suami. Pernah ada seorang laki-laki yang bercerita. Setiap pulang kerja, isterinya selalu menyambutnya dengan cerita, tentang apa saja. Tidak tahu, apakah memang sudah menjadi kebiasaan para suami, saat di rumah bawaannya selalu mengantuk. Sehingga ketika isterinya sudah bercerita sekian menit, dia menanggapinya dengan suara ngorok. Ketika terbangun dia sudah tak menemui isterinya berada di sampingnya lagi, maka menyesallah ia. Rasa iba kepada isterinya merasuki hatinya. Tapi apa mau dikata. Dia pun tak mampu menahan rasa kantuknya. Semua kelelahan rasanya telah berkumpul pada puncaknya. Tak heran ada beberapa isteri yang mempunyai keinginan untuk senantiasa bisa didengarkan oleh suami. Karena sebagian suami (saya tidak menyebut semuanya) kurang mampu menjadi pendengar yang baik. Apalagi ketika sedang melakukan kegiatan tertentu seperti membaca, menulis dan terlebih saat TIDUR.
3. Suami mengingat hari-hari spesial
Suami lebih ingat kapan klub sepak bola kebanggannya menang saat piala dunia dari pada mengingat kapan hari pernikahan kami apalagi ulang tahunku, begitu kata seorang isteri suatu hari. Buat sebagian suami (lagi-lagi sebagian lho) hari-hari begituan gak penting buat diinget, apaan sih? Tapi buat sebagian besar isteri hal itu sangat bermakna. Ketika tiba-tiba sang suami mengajaknya dinner di tempat spesial, hanya berdua saat anniversarynya, atau sebuah surat cinta datang tepat di hari kelahirannya akan sangat membekas di hatinya.
4. Tidak dimarahi di depan umum
Uh… Seorang isteri paling kesal kalau dimarahi atau dibentak di depan umum oleh suaminya. Tidak percaya? Silakan dicoba. Resiko ditanggung sendiri.
5. Dibantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga
Sudah menjadi anggapan umum bahwa pekerjaan rumah (memasak, mencuci, membersihkan rumah, mengurus anak, dsb) adalah tanggung jawab isteri. Walaupun sebenarnya dalam Islam tidak tertulis secara jelas adanya aturan tersebut. (Jika ada yang pernah menemukannya dalam al-Qur’an maupun hadits tolong saya dikoreksi). Kembali ke anggapan tadi, alangkah nikmatnya jika pekerjaan rumah tangga tersebut bisa diringankan oleh suami tercinta.
6. Tidak berubah perhatiannya sejak awal menikah sampai memiliki anak banyak
Begitulah kurang lebihnya apa keinginan wanita (baca: isteri) yang terekam oleh saya. (Jika ada yang ingin menambahkan saya akan dengan senang hati menerimanya).
Inti sebenarnya adalah sepasang suami isteri harus bisa saling memahami, mampu menangkap secara jeli apa yang menjadi keinginan dari pasangannya. Jika itu tak mampu mereka lakukan, adakan diskusi terbuka. Saling mengungkapkan keinginan maupun ganjalan yang ada.
”Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (Q.S. 2: 223)
Kalau seorang suami adalah petani dan isteri adalah sawah ladang. Kemudian sawah ladangnya mengering, tidak berati dia harus meninggalkannya, tetapi melakukan perawatan agar miliknya itu menjadi hijau kembali.
Saya bukan psikolog atau konsultan perkawinan, saya hanya seorang manusia yang mencoba memahami pahit manisnya kehidupan. Jika yang terungkap diatas mengandung sebuah kebenaran maka itu mutlak datangnya dari Zat yang menciptakan saya, dan jika ada kesalahan yang terselip itu benar-benar datang dari kelemahan saya sebagai makhluk ciptaan-Nya. (Sebuah disclaimer yang tertunda)

alhamdullilah mbak , rasanya aku damai banget di blog ini . Ternyata semangat Kartini , Cut Nyak dien , dan Siti Khadijah ada yang meneruskan . tetaplah menjadi sinar penerang bagi perempuan.
salut mbak nin
o iya saya ada tulisan baru lagi
silahkan mampir di sini
http://realylife.wordpress.com/2008/02/07/bersih-hati-ehmmm/
Tapi…tapi…poligami kan bukan selingkuh
jangan-jangan ‘esensi’-nya dianggap sama ya?
heheheh makasih requestnya udah dibikinin, senangnyaaaaa..bener banget tuh point2 nya..begitu mengena dan ngepas… yg paling aku butuh dari suami tuh point ke 2 sama ke 5
abis capeeeekkkkk
satu lagi… para istri diharapkan untuk bersikap dewasa dalam mengsikapi seorang suami (kayak udah beristri aja nih aku…..he he)
dan yang penting juga para istri sebaiknya juga “menyenangkan” hati suami dalam hubungan intimnya…, jujur saja itu bisa membuat hubungan keluarga yang harmonis
Wow…clap…clap…clap, Bravo.
sekali lagii…
tentang istri dan suami..
nbikin pengen aja mbak
Guru ngaji ane bilang, yang seperti disebutin di postingan ini adalah bentuk dari nafkah batin dan nafkah psikhis. Sebagai pejantan tangguh, ane harus bisa ngasih nafkah beginian ama bini kelak…
#4 = keinginan istrinya ya slalu pengen dimanja oleh suami…. dibelikan kalun dan cincin berlian…. dibelai dah di bahagiakan selalu.. de el el..
cerita:
sewaktu awal2 istri belajar memasak, dia tanya hasil masakannya ke saya karena memang hasilnya agak gosong dan asin banget, saya diem aja. melihat ekspresi saya tersebut, istri saya langsung manyun dan berkata,
“Tuh, kan! ade emang gak bisa masak, mas cari istri lagi aja ya yang bisa masak enak buat mas.”
kalo keinginan kayak gitu termasuk gak yah…?
#Wah, pengalaman nih?…. enak aja bilang aku pengalaman.. aku nih MASTERnya….. ha ha ha
*kabur*
ukh, no 3 bener tuh,
pada bagian “istri akan begitu surprise ktk suaminya tb-2 memberikan something special”…hehe…walo cuman tulisan kecil…
seorang wanita, didekati loleh suaminya, lalu pada lehernya, dikalungkan (bukan emas) sebuah tali hitam, pada ujungnya terjuntai manis sebuah USB, utk menyimpan data-2nya yg mulai menggunung, lengkap dgn mp3 murrotalnya, sambil berkata: “I’m proud of u”
ada satu lagi yang kelupaan….
PARA ISTRI TUH PENGENNYA MASUK SURGA,… tapi gak mau sendirian… pengennya ma SUAMI juga……
*iya gak*
Saya Pria, tapi saya setuju dengan artikel ini,
salam kenal…
mba nin..
waaaa..aku kok ga termasuk daftar yg di survey siiih?..hehehehe…
ga deeeng..setuju2 dgn poin2 di atas..
mm..apalg yah..mo nambahin tp kyknya dah semua deh..
btw, ttg komen pak indra1082..
emangnya kalo pria baca ini, seharusnya ga setuju ya?*bingung*…hehehe
mba nin,, bravo!!! tetep keren aja tulisannya,,
*dicetak,, untuk diserahkan kepada calon suami* >>halah!!!
mas rayyan kyanya perlu pembekalan yang bginian ni,, mana ya?? udah baca ini blum ya?? *boleh cetak 1 lagi untuk mas rayyan ya mba??
terimakasih,,
Asllkm..numpang komen ah……..
arti “selingkuh” disini hrs dijabarkan dulu, karna yg namanya selingkuh itu konotasinya “zina” na’uzubillah………….
ini penting lho……………di jabarkan dulu ya mbak……..biar tak ngerti……………thanks
*nyari postingan yang baru*
blon ada ya mba?? *kabooorrr*
deen pernah baca, urusan masak, nyuci, ngepel itu bukanlah kewajiban seorang istri. Kewajiban seorang istri dalam rumah tangga itu cmn 2 yakni mengurus suami dan mendidik anak.
So, klo ada yg blg masak, nyuci dan ngepel itu sperti pekerjaan yg punya kelamin perempuan..deen mungkin yg duluan mencak2.. soalnya kagak bisa ngerjain alone!..:D ..hehehehe…
bisa jadi panduan nihh.. *lho?*
kalau suami sih pengennya gak masuk neraka….
bagus nih biar saya makin disayang sama istri
belum bisa berbuat banyak nieh, coz belum nikah sech…
hehehheeee…..
Ibu NIn … aku catet … aku catet …
no 1 … semoga ALLAH selalu menuntun jalan saya ..
no 2 … hmm … betul … sejak di mobil saat mengantar atau menjemput fungsi ini udah aku jalankan.
no 3 … malah istriku yang suka lupa …
no 4 … kalau ini mah berlaku untuk semuanya … bukan hanya kepada Istri sepertinya
no 5 … hmm ok …(inget kasus “belanja” di postinganku ??)
no 6 … ini saingan dengan anak-anaknya …
(yang paling berat memang no 1 dan no 6 …)
Inga’ … inga’ … cling* !!!(nh18 berbicara kepada diri sendiri …)
Ma kasih ya Bu …
Assalammualaikum mba
wah Tulisannya bagus ntar tak print buat my husbandku… kalo boleh aku tambah dikit ya…
wanita jg perlu rekreasi lo….ga usah yg mahal mahal… yang penting bisa bikin happy…
Salam
kalau dipoligami bagaimana ? pertanyaan sederhana dgn jawaban yg tidak sederhana. sebelum menikah sy udah berniat poligami, jadi ngak tau apa ada perempuan2 mau menikahi seorang suami yg sejak awal sudah memastikan bakal poligami ? pernah dengar ada perempuan yg mau ?