Dalam sebuah perjalanan, kita seringkali menemukan hal-hal yang menarik, menyedihkan atau mencengangkan.
Perjalanan apapun itu. Perjalanan ke luar kota, ke luar negeri maupun perjalanan hidup secara keseluruhan.
Yang ingin saya share disini adalah perjalanan kampanye dalam mengusung calon gubernur baru bagi NTB. Calon itu adalah seorang Tuan Guru…
Tuan Guru bagi masyarakat NTB adalah sesosok figur yang dimuliakan, diagungkan.
Tapi isu yang senantiasa diumbar oleh lawan politiknya adalah ”Untuk apa Tuan Guru mencalonkan diri jadi gubernur? Sebaiknya mengurusi pengajian saja.”
Tuan Guru yang satu ini bukanlah seorang Tuan Guru yang hanya mampu mengurusi pengajian saja.
Namun dia adalah Tuan Guru yang cerdas, emosinya terjaga, akhlaqnya baik dan seorang yang visioner.
Banyak hal menarik yang kami temui selama kampanye mengusung pasangan BARU ini dari desa ke desa, dari kota ke kabupaten.
1. Uangnya Mana?
Begitu masuk ke perkampungan untuk sosialisasi TGB (Tuan Guru Bajang), kami langsung disodori pertanyaan, ”Uangnya mana?, kemarin si A kesini bagi uang, si B bagi mukenah, si C menjanjikan motor.” Masya Allah. Sebagian masyarakat kita ini sudah benar-benar sangat miskin dan kehilangan izzahnya. Mereka ingin kesenangan yang instant dan sekejap. Suara bisa dibeli dengan uang (yang kadang hanya bernilai 10.000,- rupiah). Perlu penjelasan panjang untuk menyadarkan mereka, bahwa Yang memberi UANG pasti KORUPSI bila menang. Ambil uangnya JANGAN pilih orangnya. Membagi uang ini cara yang sudah kuno sekali, sejak zaman saya masih pakai rok merah hati dulu. Rupanya mereka tidak punya TIM KREATIF yang mampu menciptakan cara berkampanye yang lebih baik dan bermoral. Ada yang membagi-bagikan mi instant dengan ditempeli stiker dengan pesan ’Yang makan mi ini haram kalau tidak mencoblos orangnya’… Hehe… bukankah ini sebuah penyesatan? Bukannya yang haram justru kalau mencoblos ya, karena sama saja dengan disuap.
2. No Goyang Dangdut
Begitu kesempatan kampanye secara terbuka dimulai, para pasangan berlomba-lomba mengumpulkan massa. Cara yang paling sering dipakai adalah dengan mendatangkan artis ibu kota, atau paling tidak menyediakan arena goyang dangdut lah. Hanya pasangan BARU yang tidak. Tapi Subhanallah, massa bisa terkumpul walau tanpa goyang dangdut, dengan jumlah yang sama bahkan lebih. Cukup dihibur (atau lebih tepatnya disemangati) dengan Nasyid perjuangan. Judul kampanye yang digunakan cukup ”Tabligh Akbar”, maka para jama’ah datang dengan niat yang tulus.
3. Ngeriiiiii
Ini adalah ungkapan yang keluar dari lisan salah seorang ibu ketika kami melakukan Voter Education di kampung-kampung. Tidak ada yang tidak kenal terhadap sosok TGB ini. ”Saya Bu, denger namanya saja sudah ngeri…” Hehe… mungkin maksudnya ’merinding’ ya. Tuan Guru Bajang memang figur yang kharismatik.
Semoga Beliau bisa memimpin dengan amanah dan istiqomah.
Hari ini KPUD akan tetapkan GUbernur-Wagub terpilih.
Hasil Rekapitulasi kota/ kabupaten se-NTB yang dihimpun Lombok Post, menunjukkan kemenangan bagi Pasangan BARU yang mencapai 38,84%.
[110.1] Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
[110.2] Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
[110.3] maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.


Allahu Akbar !!!
semoga di berkahi Allah.
dan bisa amanah.
harus tetap kritis dan mengkritisi kebijakan beliau nanti. agar apa yg dicita2kan bisa terwujud.
semoga bisa membawa NTB ke arah yang lebih baik.
subhanallah
akhirnya BARU manjadi pemimpin di NTB
alhamdulillah
Harapan dan do’a saya sebagai warga Batam ;
Semoga pasangan Kepala daerah NTB yg terpilih diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugasnya, mampu bersikap amanah dan bertanggung jawab, serta ucapan dan tindakannya senantiasa diperhatikan dan didengar serta menjadi rahmat bagi masyarakat lombok guna menuju masyarakat yg sakinah mawaddah warohmah dan agamis, dan juga senantiasa dalam bimbingan dan petunjuk serta perlindungan Allah SWT…amiin Allahumma amiin..
Semoga ALLAH memuliakan ya Bunda … amin ya Rabb.
Bunda, siap sukseskan kampanye PEMILU 2009?!.. Pasti siap banget ya Bund.. ^_^..
Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada..
Aduuhhh..lama nggak mampir ke blog bunda nin nih…
selamat buat BARU…semoga memberikan yang baru buat masyarakat NTB…
sayang, waktu pilkada saya tidak dapat memilih gubernur saya sendiri di kampung halaman…tapi, saya hanya memilih lewat doa saja….
sukses aja dhe….
salam kenal…
saya suka membaca artikel anda cukup ilmiah mirip pidato politik mba’mega membaca analisa anda mengenai partai anda lebih cocok mendirikan partai politik bukan memperjuangkan sebuah partai, asal jangan mendirikan partai orang-orang lapar, lapar kekuasaan misalnya. poligami itu tidak boleh dalam pernikahan banyak perempuan marah, tapi berpoligami dalam TPS alias menjoblos banyak partai itu halal, itu kata saya. bukan kata arif budiman pencetus golput
salam kenal dari bandung
http://esaifoto.wordpress.com
kemarin sy ngeliat sosok tuan guru itu di tv. Belum tau sih visi dan misi. Dan juga ngak berani membaca karaternya cuma dari wajahnya. Sepank terjangnya juga ngak tau krn sy ada di propinsi yg jauh, jawa barat. Tapi semoga dia sosok yg tepat buat NTB.
eee ngeliat gambar yang diatas kirain foto orang lagi naek haji…
rame berkerumun pake jilbab smua…
heuheuhe
..hemm… Kalo aja rakyat dpt informasi yg terbuka mengenai perilaku semua para wakilnya di legislatif, hampir dapat dipastikan sebagian besar milih para kader PKS sebagai wakilnya pada 2009-2014..
Semoga menjadi pemimpin yang amanah. Sebab kemenangan diperoleh dengan kebijakan. Kebijakan diperoleh dengan berpikir secara mendalam dan benar.
bun , nyang menang siapa ya ??? maklum lagi ngga sempet nonton tv , lagi sbuk acara kopdar dan mbuat sepatu
semoga nyang amanah ya bun
Saya jadi ingat proses pemilihan Ahmadinejad mas dari calon yang tidak diperhitungkan dan hapy endingnya mantap
sukses mas
salam kenal
rasanya perjalanan negeri ini semakin indah
semoga semua pemimpin bisa melakukan hal seperti itu, tidak ada uang, bersih dengan hati tulus.
Kapan semua pemimpin di negeri ini “bersih dan amanah”? spt ini.?
semoga NTB semakin maju dengan kepemimpinan beliau ber-2..
Ditunggu realisasi dan usaha yang terbaiknya. Jangan sampe jadi bulan2an lawan politik yg selalu mengincar tiap celah, mencari kesempatan menjatuhkan.
sy dari jauh diseberang pulau, diseberang selat dan diseberang lautan mendo’akan semoga NTB makin maju aja deh, bagi yang kalah mari kita tetap menjaga persatuan…
semoga bisa memberikan perubahan berarti buat daerah tersebut yah amiiiin
rasa2nya dah komen kok aku teliti lg…komenku gag ada yaa…hihihi nglindur niy aku…
mba nin…selamat yaaa….akhirnya lolos juga…moga tetep amanah dlm kondisi apapun untuk pasangan BARU….membawa perbaikan yg berarti buat NTB..amiyn
gmn yah bun, gara2 postingan bunda aku ampe bikin partai ndiri di blogku
huehuehuehue memalukan sekali yah ko yang ditanya “uangnya mana?”
dan memang! buat apa sih goyang dangdut? emang dimana korelasinya antara goyang dangdut sama pola memimpin nantinya?
hm… kharisma yah… saya ga pernah merhatiin pemimpin pemimpinan bu… terbiasa menjadi golput hehe
semoga dimudahkan ya bunda
kasian juga dengan kondisi rakyat kita ya
ternyata kita masih lebih disibukkan dengan hal2 yang sifatnya sementara daripada mencari figur pemimpin yang sesungguhnya.
wah… tuan guru menang juga ya ?
mudah2an bisa memegang amanah dan merealisasi janji2nya
HHmmm Bu NIn …
Reaksi masyarakat itu loh … (uangnya mana ?) (ah )
Ternyata masih banyak yang perlu kita edukasi ya Bu …
Sukses ya Bu …
Palemabng juga sedang menghitung hari!
heheheheeh!
saya ikut doain…
no comment…. lagi males ngomong politik… masih kecewa ama pilkada di kaltim, yang mana dengan alasan “agama” rakyat bertaklid buta memilih pemimpin yang sudah jelas tidak amanah..
siapapun pimpinannya, semoga selalui diridhoi oleh Allah..aminnn