Ketika Abi Kehabisan Cerita

8 08 2008

Anak anda senang mendengarkan dongeng?

Anak kami senang sekali.

Sedang bermain apapun, ketika mendengar kami bercerita dengan saudaranya yang lain, permainan itu akan ditinggalkan untuk kemudian bergabung bersama kami.

Dalam hal bercerita ini si Abi jagonya.

Meskipun dadakan, bisa saja dia mengarang cerita.

Namun itu tidak terjadi tadi malam.

Mungkin karena kelelahan, bakat berceritanya tidak bisa berkembang dengan maksimal.

Tapi Luqman memaksa abi harus cerita, apalagi dia tahu dengan pasti bahwa kemarin saya dan abinya telah mengikuti workshop ”Teknik Bercerita” bersama Kak Bimo.

Dia terus merengek minta diceritakan. Maka bendera putih dari si abi pun berkibar.

Dan mengalirlah sebuah cerita..

”Di sebuah desa pantai…. Hiduplah seekor ayam jago dengan tiga ekor anaknya.. Suatu malam sang ayah berbaring bersama ketiga anaknya di atas rerumputan. Berkatalah anak yang sulung: Ayah kenapa sih Allah menciptakan bintang yang banyak berkelipan di langit? Si ayah terdiam sebentar dan berkata: untuk memberi petunjuk kepada nelayan arah mata angin. Anak yang sulung mengangguk2 dan akhirnya tertidur………….”

Hening….. abi pura-pura tidur…. (berharap Luqman tidak protes)

Luqman: Abi….. lanjutin ceritanya…..

Abi gelagapan, dan melanjutkan ceritanya

”Anak yg kedua bertanya tentang bulan. Jawab ayahnya untuk perhitungan kalender. Kemudian anak kedua juga tertidur.”

Hening lagi…. abi tertidur lagi… (tetap berharap Luqman ikut tertidur)

Luqman: Abi…. kok tidur juga…

Dan cerita dilanjutkan kembali

”Anak yang bungsu, yg agak bawel bertanya tentang matahari. Jawab ayahnya untuk penerangan di siang hari…..

Belum selesai bercerita, Luqman menyela,

Luqman: Ah… pasti habis ini Abi tidur lagi…

Mendengar itu Abinya melanjutkan ceritanya

”Si bungsu tidak mau tidur. Ia minta dinyanyikan. Si ayah yang mulai mengantuk menyanyikan lagu Matahari Terbenam (abi bernyanyi hingga selesai, melirik Luqman, belum tidur), Ambilkan Bulan (bernyanyi lagi, Luqman belum tertidur juga), Nina Bobo (bernyanyi dengan suara melemah, tapi Luqman belum mau tidur juga), dan terakhir Go to Sleep (suaranya semakin melemah). Dan akhirnya si anak dan ayahnya tertidur…”

Zzzzzzzzz abinya tertidur….

Luqman: Ah…. Abi…. kok tidur……

Abinya terkejut…

Cerita harus dilanjutkan. Maka abi berpikir keras…

”Sang ayah ini diamanahi penduduk desa itu sebagai petugas yang membangunkan warga ketika fajar. Namun pagi itu seluruh warga kesiangan, karena si ayam bangun telat dan tidak ada yang berkokok. Kenapa ayahnya bangun telat?, karena dipaksa bercerita oleh anaknya. Seluruh warga jadi susah. Kalau gitu kita tidur sekarang ya nak…”

Luqman tidak berkomentar lagi…

Abinya menganggap diamnya dia berarti setuju.

Setelah itu hening……

Saya tahu abinya pasti sudah bermimpi, Luqman? Entahlah…..