Dengan tergesa-gesa kami berangkat ke bandara menggunakan taxi. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30. Sudah masuk waktunya check in. Syukurnya jarak antara rumah dan bandara tidak terlalu jauh. Dalam waktu tak lebih dari 10 menit dan membayar taxi Rp. 10.000,- kami sudah tiba di bandara. Antrian check in cukup panjang. Rupanya sebagian orang juga memilih check ini di akhir waktu. Setelah membayar airport tax sebesar Rp.20.000,- per orang kami segera masuk ke ruang tunggu. Dan terbanglah kami ke bandara Juanda Surabaya.
Mungkin masih ingat rencana perjalanan kami (Sidoarjo-Gresik-Madura-Malang), yang waktu itu sempat membingungkan sebelum memutuskan daerah mana yang akan dikunjungi lebih dahulu. Malam sebelum berangkat kami memutuskan untuk langsung menuju Madura dari Juanda.
Setibanya di juanda, abi mengurus bagasi, saya menunggu sambil mencari informasi tentang angkutan yang termurah tapi cepat ke Pelabuhan Perak. Kali ini kami sengaja tidak minta jemput keluarga yang ada di Madura. Ada seorang cleaning service yang ramah (catatan: cleaning service di bandara Juanda ramah-ramah), yang memberikan beberapa pilihan angkutan yang bisa kami gunakan.
1. Naik DAMRI ke Bungur Asih, tarifnya kurang lebih 10.000, dilanjutkan dengan naik bis ke Pelabuhan Perak dengan tarif perkiraan 5.000–10.000. Kalau hitungannya tiga orang maka kami akan membayar 45.000–60.000 dengan durasi perjalanan yang lebih lama, mungkin akan memakan waktu 2 – 3 jam.
2. Naik taxi bandara, kemungkinan tarifnya 80.000
3. Naik kijang, mereka tidak tahu berapa tarifnya.
Begitu keluar dari bandara, yang pertama kali terlihat adalah loket penjualan tiket taxi. Saya mencoba bertanya. Tarif taxi sampai Pelabuhan Perak adalah Rp. 118.000,-. Setelah diskusi sedikit, kami putuskan untuk naik taxi bandara ini. Dua kali lipat mungkin dari harga bis tapi tentunya perjalanannya lebih singkat.
Abi sempat bertanya kepada supir kijang yang menawarkan jasanya pada kami. Tarif kalau sampai Perak 130.000. Syukurlah, ternyata taxi lebih murah dari kijang tersebut.
Kami memilih lewat tol. Dengan membayar 8.000 kami tiba di Pelabuhan Perak kurang lebih 1 jam. Sampai di Perak, kami langsung membeli tiket ferry. Untuk dewasa 4.000, anak-anak 2.000. Cukup murah ya..

Saat berada di atas ferry, cukup kaget juga lihat kondisi ferrynya dibanding 3 ½ tahun yang lalu waktu saya terakhir ke Madura. Ferrynya bersih. Bersih sekali. Ada seorang wanita yang berdiri di ujung tangga. Penampilannya seperti pramugari, hanya lebih macho. Perempuan itu dengan tegas memerintahkan penumpang yang naik dengan menghisap rokok untuk segera mematikan rokoknya. Ferry itu bebas asap rokok. Dia juga tak sungkan membantu ibu-ibu yang kesulitan membawa barang-barangnya ke atas kapal. Saya tak pernah menemukan perempuan itu sebelumnya. Kemajuan yang pesat. Alhamdulillah…
Sekitar 45 menit kemudian kami tiba di Pelabuhan Kamal, Madura. Kapalnya belum merapat dengan sempurna, sudah banyak laki-laki yang menawarkan jasa angkutan ke kota. Sesuai pesan kakak saya, tarif normalnya 30.000-50.000. Salah satu supir menawarkan ongkos 80.000 dengan ngotot, tak bisa ditawar. Saya pura-pura menelpon kakak untuk minta dijemput, akhirnya si supir menyerah dengan harga 50.000. Perjalanan ke Burneh, tempat kakak saya tinggal memakan waktu sekitar 45 menit.
Akhirnya tibalah kami di pulau dimana kenangan masa kecil saya sempat terekam beberapa saat.
(Tulisan ini sengaja saya buat agak detail, siapa tahu kelak ada yang membutuhkannya. Jika dianggap tidak penting, diskip saja ya…)

Wah, udah lamaaa banget ndak naik ferry.
sekarang udah canggih gitu? udah ada pramugari juga?
mantap…
ah madura… saya pernah ngisi pelatihan menulis untuk anak-anak pesantren di pamekasan… di daleeeeem desa… tapi semangat mereka subhanallah luar biasa!
kunjungan ke Malang dituliskan?
madura? belum pernah kesana.
asli madura ya bu?
tempat wisatanya apa saja?
Wah, sepertinya liburannya menyenangkan..
Jadi pingin ikut jalan2
perjalanan yg menyenangkan. keren.. ^_^
Bagi yang hendak ke Madura dalam waktu dekat, pasti terbantu dengan gambaran ini. SIP
senangnya bisa jalan-jalan…..
jadi pengen…
tapi belum waktunya…
nanti ketika sudah saatnya…pasti akan kuikuti jejak jejak orang yang sudah jalan-jalan duluan…
hehehe
Waah asyik nech abizz jalan jalan.. hehee…
pengin ke Madura….
ada temen kuliah di sana, yg dah kayak sodara…
lagian dah lama gak makan kacang lorjuk yg biasa dibawain umi-nya temen saya itu…
he3…
salam bwt keluarga ya mbak….
Asyikkk….liburan…..
belum pernah jeh ke madura….
Nanti diliput ya mbak tempat wisatanya…
hmm memang enak pulang ke tempat dimana kenangan kita tersimpan…seolah kembali pulang si anak hilang
benarkah di madura banyak sate madura mbak nin’???
waaah kapal ferrynya bersih banget yah.
beda dgn kapal ferry dr merak ke lampung … dua kali naek ferry kesana. ga pernah aku nemu yg bersih kayak gituh
asyik liburan akhir tahun ke luar pulau deh, jadi pengen pulang kampung
madura… aku belun pernah ke sana bun, baru nyampe Surabaya doang
dalam rangka apa melakukan perjalanan keliling daerah? liburankah? atau…….?
maksudnya pramugarinya tomboy yahhh????? kok jadi rada bingung neehhh….. ada pramugari tapi macho…….hohohohoho………
perjalanan yg indah
tuk menemukan keindahan
bunda, afwan dah lama ga jalan2
salam semangat!
Sip-sip, mbak..Keren !
Detil…jadi kalo ada yang bepergian ke Madura, perhitungan ttg ongkosnya lebih detil juga
jadi pengen jalan2 ke madura…
salam kenal balik, mbak
makasih infonya….. mayan untuk panduan kalau suatu saat main ke madura
Waaa jd mba nin aseli madura thoo…kt suamiku yg pernah dinas di sana…di madura masjidnya bagus2 dah gitu…jarak bbrp meter aja dah ada masjid….dah kayak lombok..seribu masjid…
bener gitu ga mba…
Ikut …
Baca postingan ibu aku jadi malu. Boro-boro Madura, tapal batas Jateng-Jatim belum pernah kulewati!
Hik…hik…hik…
madura…blom pernah… lumayan ni postingannya buat panduan kalo2 mau ksono
walah – walah ngomong -ngomong Madura jadi ingat waktu saya naik kapal yang pertama kali kira – kira tahun 1985 an ……..pokoknya enak tenan deh ….Thanks
eeeee ada yang ketinggal …Selamt tahun baru dan selamat berlibur …..
mba nin…selamat tahun baru 1430 H yaa..
Ibu Nin …
Wah jadi Madura dulu nih …
hehehe …
En yes memang ASDP … terus menerus meningkatkan pelayanannya …
Nama Kapal Ferry itu … “Potre Koneng” bukan ya ??
Salam Saya ibu …
Selamat Tahun Baru Hijriah 1430
Selamat Tahun Baru Masehi 2009
Selamat Tahun Baru 1430 H…
agamis sekali *anak kecil juga ada ituh* ..
Mm.. banyak kenalanq yg berasal madura rata2 sudah haji..
musim apa sekarang ya di madura?