Karena Setiap Anak Terlahir Membawa Cinta

4 10 2007

Dulu (ya… sekitar 4 tahun yang lalu), saya ingin sekali punya banyak anak. Salah satu alasannya “agar tidak gelisah kalau salah satunya sakit”. Alasan ini mempunyai arti yang lebih dalam, yakni agar jika salah satu dipanggil Sang Pemilik saya tidak merasakan sedih yang berkepanjangan. Pemikiran ini bermula ketika salah seorang teman kehilangan anaknya yang nomor dua, sementara dia hanya memiliki 2 anak (sebagaimana anjuran pemerintah). Tampak sekali kesedihan yang sangat terpancar dari wajahnya. Saya berpikiran mungkin dia tidak akan sesedih itu kalau saja anaknya banyak.
Desember 2004 anak saya yang kedua lahir. Saya teringat kejadian  itu. Kemudian saya menimbang-nimbang. Dari kedua anak saya ini mana yang akan menimbulkan rasa lebih berat jika salah satunya dipanggil oleh-Nya? Jawabannya? Sama beratnya. Meskipun kenyataannya salah satunya lebih cerdas, lebih lincah, lebih lucu atau lebih sehat dari yang lain. Rasa kekhawatiran itu mempunyai kadar yang sama. Masing-masing mereka mempunyai cara yang berbeda dalam menyenangkan hati kami, orang tuanya.
Bulan Mei tahun ini lahir anak yang ketiga. Pertanyaan yang sama berkelebat lagi di kepala saya. Jawabannya? Tetap sama. Berapapun banyaknya anak yang kita punya rasa berat akan sama rasanya, bilamana salah satunya harus berpulang kepada-Nya. Karena setiap anak terlahir membawa cinta.
Setiap anak berbeda. Mereka memiliki tempatnya masing-masing di hati kami. Ada saja kelebihan yang dimiliki setiap anak. Ketika suatu hari salah satu dari mereka bertingkah tidak sesuai dengan kehendak kami, dan sesaat membuat kami marah, itu sama sekali tidak menyurutkan rasa sayang kepadanya. Ketika salah satunya sakit, gelisah yang dirasa sama manakala yang lain mengalami hal yang sama. Saya seringkali bingung ketika harus menghadiri sebuah acara dan tidak memungkinkan membawa ketiganya. Saya berpikir lama sekali untuk memutuskan siapa yang akan saya bawa pada acara itu.

Maha Suci Allah yang telah menghadirkan rasa cinta ini.


Actions

Information

2 responses

10 10 2007
Rien

Subhanallah…
setiap anak itu unik, mereka tidak akan menuruni sifat yg kita miliki, klu pun ada itu hanya dari gen yg kita berikan, jadi tetap berbeda, apalagi dunianya…itu kata ustadz ttg psikologi anak ukh…

aku hanya ‘mampu’ melahirkan sebanyak 2 ukh, egoisnya saya yg sudah tidak mampu menghadapi SC lagi hiks…

24 10 2007
ita

mba mampir ke rumah ini..kayaknya yang di mp baru pindahan ya…
mba terkadang ita juga suka mempunyai pikiran seperti itu…anak tiga..tapi kalau ngebayangin salah satu di ambil..rasanya lemessssssss juga. Yang ini sulung jangan..yang tengah jangan…yang bungsu juga jangan. Sepertinya biar banyakkkkkk anak tetep aja jangan….he..he..manusia begitulah egois…walau udah tau fitrahnya tetep aja suka tek rela….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: