ANAKKU LUQMAN DAN DO’ANYA

24 10 2007

picture-119.jpg Dalam sebuah postingan foto di Multiply teman, ada salah satu foto anaknya yang diberi titel “Yang akan mendoakanku ketika aku mati”. Kalimat itu membuat saya terpana. Benar-benar menyentuh. Sebuah pengharapan yang saya yakin orang-orang beriman pasti akan memilikinya. Saya jadi teringat anak kami yang pertama, Luqman. Akankah doanya kelak menjadi pelipur lara kami di kesendirian alam kubur dan kegelisahan alam akhirat. Rasanya inilah harapan kami saat mendo’akannya menjadi anak sholeh. Amin. OK. Itu tentang do’anya buat kehidupan kami di alam lain. Yang akan saya ceritakan disini adalah tentang sebuah do’a yang dia panjatkan ketika saya sakit.Beberapa hari belakangan ini aktivitas saya agak padat, ditambah anak kami yang nomor dua dan tiga sakit. Malam jadi kurang tidur. Saya sebenarnya sudah mulai merasakan nyeri-nyeri pada sendi sejak lima hari yang lalu dan puncaknya baru  terjadi malam senin kemarin.  Badan terasa panas, tenggorokan sakit, perut dan pinggang sakit, pusing yang menyebabkan saya harus mengistirahatkan diri total.  Rasanya tidak nyaman sekali. Kalau tak ingat bahwa sakit bisa mengurangi dosa dan merupakan ujian dari-Nya saya akan terus menyesali sakit ini. Banyak yang terbengkalai. Anak-anak jadi tidak terurus. Syukurnya Abi sedang OFF jadi sangat membantu mengurusi anak ini. Luqman, buah hati kami yang memang pada dasarnya berhati lembut itu bolak balik masuk ke kamar dan menanyakan kondisi saya. Dia terlihat sedih. Banyak sekali kebaikan-kebaikan yang dia berikan kepada saya. Mengambilkan minum, menyelimuti, memijat, sangat mengharukan. Hik hik……..Malam Selasa abinya memutuskan untuk membawa saya ke dokter. Sampai di tempat praktek dokter yang dimaksud, ternyata dokter tidak ada. Kamipun pulang karena merasa tidak nyaman untuk mencoba ke dokter yang lain. Di perjalanan abinya membelikan obat penurun panas di apotek. Ya, tetap berikhtiar. Sampai di rumah saya tidak tahan lagi langsung merebahkan tubuh di kamar, memakai selimut dan tertidurlah saya.Saya mendadak terbangun karena merasakan hawa panas di tubuh. Ternyata tubuh saya berkeringat. Saya keluar kamar. Kepala saya pusing sekali karena bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba. Diluar kamar Luqman dan abinya sedang duduk menghadap qiblat. Terdengar sayup-sayup abinya sedang merangkai do’a untuk kesembuhan saya yang diaminkan oleh Luqman. Terdengan pula oleh saya suara Luqman yang terisak kecil. Subhanallah. Anak saya sedang berdo’a demi kesembuhan saya sampai menangis seperti itu. Tak berapa lama, saya merasa sangat mual dan bergegas ke kamar mandi. Saya muntah, yang keluar hanya air. Perut terasa sakit sekali. Keringat bercucuran amat banyak. Setelahnya saya keluar kamar mandi dan merasa segar sesegar-segarnya. Allahu akbar. Sakit di kepala, perut, dan mata yang terasa panas hilang seketika. Hanya batuk yang tersisa. Ini jelas pertolongan Allah. Tapi tidak tahu jalan mana yang menjadi sebabnya. Apakah obat barunya atau do’a suami dan anak? Saya sendiri lebih yakin bahwa do’a merekalah yang telah dikabulkan Allah, Sang Maha Pengabul do’a. Malam itu juga saya peluk Luqman. Saya katakan: “Kak, terima kasih ya atas do’anya. Berkat do’a kakak kepada Allah umi jadi sembuh. Kakak tahu gak kalo’ do’a kakak itu sering sekali dikabulkan oleh Allah.” Dia mengangguk dengan wajah terharu. Saya lanjutkan kalimat saya, “Kak, jangan berhenti berdo’a ya nak.. Teruskan sampai umi nanti meninggal. Tolong do’akan umi ya sayang.” Dia mengangguk lagi dan memeluk saya.


Actions

Information

4 responses

25 10 2007
Yana

Mbak.. menyentuh sekali.. doakan ya.. semoga saya dan suami terus menerus bisa istiqomah.. membuktikan pada ALLAH… agar ALLAH yakin, kami siap dititipi anak-anak yang juga kelak akan mendoakan kami.. ^_^

25 10 2007
Lili

Assalaamu’alaikum Ummu Luqman. Memang kita bertanggung jawab utk mendidik anak agar bertakwa dan mengenal Allah, sehingga nanti mereka menjadi penolong kita di akhirat, aamiin.

BTW, ttg Sydney. Mau kesana utk menetap ataw sekedar plesir Ummu?

3 11 2007
Nin

@Yana: Amin… Yang penting yakin akan kekuatan do’a, dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan do’a kita. Sangat mudah bagi Allah… Kun fayakun…
@Lili: amin…

24 11 2007
senaz

mba nin..masyaAllah..
merindiiing..doain anakku, Zhavar, juga akan seperti Luqman..rajin sholat, rajin berdoa..dan mudah2an menjadi pembuka pintu rahmat bagi aku&suami..
aku bisa berguru nih ke mba nin..krn anak kita sama2 laki..

Amin….
wah, ga enak nih… ya, kita sama2 belajar ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: