Dua Anak Lebih Baik (Atau Cukup?)

16 11 2007

picture-051.jpg

Masih ingat slogannya KB? “Dua Anak Cukup, Laki Perempuan Sama Saja”.

Zaman saya kecil, saya ingat sekali orang-orang tua di sekitar saya benar-benar ‘merasa cukup’ ketika mempunyai 2 anak, yang itu laki dan perempuan. ‘Sudah komplet’, kata mereka. Saya gak kepengaruh itu. Waktu SMA saya pengen punya anak 5 (biar bisa jadi klub basket).Waktu kuliah pengen punya anak 5, tetep… (biar bisa buat grup band). Sekarang? Sudah punya anak tiga. Mau tambah? Ntar dulu, tarik napas dulu. Tapi mau tambah (ditambah) atau tidak itu urusan-Nya. Kalau boleh, maunya ya diatur jaraknya. Soal jumlahnya, biar menjadi keputusan-Nya. Dia Maha Tahu kemampuan saya dan hikmah dari setiap kelahiran yang Dia ciptakan.

Punya anak, mau 1,2,3 atau 12 tergantung kondisi (ekonomi, kesehatan, pendidikan, perhatian, kasih sayang, ruhiyah) orangtuanya. Biarpun satu, tapi kasih sayang dari orang tua kurang, hingga dewasa tidak bisa membuat tenang orangtuanya, dan tidak bisa jadi investasi akhirat bagi orang tuanya? Ya lebih baik 12 tapi semuanya sehat, cerdas, hapal al-Qur’an dan berakhlaq seperti yang tertuang dalam al-Qur’an yang dihapalnya.

Kembali tentang slogan tadi, sekarang sudah berubah menjadi “Dua Anak Lebih Baik, Laki Perempuan Sama Saja” Kenapa berubah? Don’t ask me.
Ketika melihat tulisan itu yang terpampang pada sebuah papan nama besar, saya langsung teringat apa yang disampaikan Ust. Fauzil Adhim saat beliau datang ke Lombok sekitar 2 tahun yang lalu. Begini katanya: “Dua anak cukup, tiga anak lebih dari cukup, empat anak baik, lima anak lebih baik, 6…. Saya lupa “ (kurang lebihnya mohon maaf ustadz).

Slogan KB yang baru ada hubungannya gak ya dengan apa yang disampaikan ustadz yang jago urusan mendidik anak ini? Again, don’t ask me.


Actions

Information

6 responses

17 11 2007
Um Ibrahim

Yakhti, anak mah titipan Tuhan, terserah Dia maunya nitip berapa, ya gak? tapi memang kalau bisa diatur jaraknya dan dipertimbangkan kesehatan Ibu (& bapaknya), kalo soal rajeki ada ditangan Allah juga:)

Salaam untuk keluarga ya, jangan lupa kalau udah mau nambah anaknya kabar-kabari:)

hehehe… insya Allah dikabari, semoga diberi-Nya setelah yang kecil udah lebih 2 tahun.

18 11 2007
icha

ngomongin anak mahitu dr Allah…. yah dikasih nya aja berapa…bisa punya anak juga udah sukur…tapi kayaknya jaman sekarang, kalo punya anak banyak2 agak repot yah jaganya…secara pergaulan dimana 2 udah rusak kacau balau…

iya, kata orang tua zaman dulu anak sekarang beda, nakal-nakal, kalo bilang saya sih kreatif.

19 11 2007
Nita

Salam kenal juga mbak Nin🙂 isi blog nya bermanfaat, terima kasih yaa …

Duh, ngomongin ini … saya termasuk yg belum “siap” ngasih ade ke Fyto😦 ….

Sama-sama sayang… terimakasih mau berkunjung ke blog yang sederhana ini.
Ya… semoga yang terbaik deh buat Fyto

20 11 2007
Rien

ummm…buatku emang cukup 2, bukan apa-2…mentalku bukan mental pejuang sejati, setelah merasakan yg terakhir, sepertinya klu kejadian lagi, aku siap ‘sekalian’ ajah, apa coba…hehehe…bukan…krn setiap memasuki ruang operasi, aku selalu siap, tp ternyata balik lagi😆

kaifahaluqi ukhti?
kmrn ku towel dirimu diam saja euy😦

*smile* insya Allah. Allah tidak akan membebankan sesuatu diluar kemampuan kita kan…aku baik baik saja……..

20 11 2007
Rizki

Mbak Nin, konfirm aja nih. Blogku sekarang kena suspend. Jd ngga bisa diakses. Titip doa ya. Mudah2an bisa dibalikin. Lagi coba nego nih!

31 01 2008
elmawardi

Oh yaaa, kalau saya sudah punya enam penerus pejuang

Alhamdulilah… berarti kalo mengikuti teorinya Pak Fauzil Adhim sudah mendekati sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: