Isteri bak Customer Service

25 11 2007

picture-077halftone.jpgDi suatu hari Senin yang panas (Lombok lagi panas-panasnya), saya pergi ke telkom seorang diri untuk bayar telepon (iyalah, masa bayar listrik) dan meminta print outnya di customer service. Ada empat gadis yang duduk berjejer pada meja yang berbeda. Saya memilih meja yang terdekat dengan loket pembayaran. Begitu sampe di meja tersebut, yang tampak di hadapan saya adalah seorang perempuan muda cantik dengan aroma wanginya yang lembut tertangkap oleh indera penciuman saya. Sejuk sekali. Apalagi ditambah senyuman manisnya yang tulus.
“Pagi Mbak, silakan duduk” Sapaan yang ramah, membuat saya ingin segera duduk.
Begitu saya duduk tepat di hadapannya, dia bersuara lagi. “Ada yang bisa saya bantu?”
Setelah tahu tujuan saya mendatanginya, seketika itu juga dia melakukan apa yang saya pinta sambil berkata, “Sebentar ya mbak.”
Sembari menunggu rincian telpon saya dicetak, pikiran saya menerawang. Kalau saja yang datang ke tempat itu adalah suami saya, atau suami-suami yang lain, mendapat senyum dan perlakuan yang sama dengan saya tadi, hmmmmmmm……Apa yang akan mereka pikirkan ya. Pastilah senang…. Merasa nyaman seperti apa yang saya rasakan.
Apalagi kalau yang biasa dijumpainya sehari-hari di rumah adalah perempuan yang kurang memperhatikan penampilannya. i.e. daster kumal dan bau, muka masam, rambut acak-acakan, atau suara yang kasar. Wuih… mungkin tiap hari dia akan bayar telpon.😥
Saya pernah membaca sebuah buku yang berjudul “Keluhan-keluhan Suami dalam rumah tangga” yang ditulis oleh Muhammad Rasyid Al-‘Uwaid. Salah satunya babnya tentang ‘bau’.
Singkatnya, seorang suami baru saja keluar dari dalam lift. Di dalam lift tersebut dia mencium bau harum parfum wanita yang menggoda. Bau tersebut sempat mengganggu pikirannya. Untuk menetralkan perasaannya, dia bersegera masuk ke dalam rumahnya. Saat pintu rumahnya terbuka, bau menyengat yang berasal dari dapur langsung menyeruak. Berikut petikan keluhannya:
…….
Istriku sama sekali tidak menyambut kedatanganku. Aku pun masuk. Saat aku hendak duduk di ruang tengah, istriku muncul dari dapur dengan membawa semangkok bumbu yang baunya mengusik hidungku.
Tidak ada kemesraan sama sekali. Ia hanya melihat sekilas dan berkata,”Apa kabar?”
Apa aku harus mengatakan kepadanya apa yang sedang berkecamuk di benakku? Apa aku harus mengatakan kepadanya bahwa tadi aku berharap mendapati keharuman seperti di lift, saat aku masuk ke rumah susun?
Jika itu kukatakan kepadanya, pasti dia akan berkata kepadaku,”Mas ini ingin masakan enak dan lezat, tapi tidak mau mencium bau seperti ini. Aneh! Apa kita masak cabai saja agar baunya tidak menyengat? Atau, minyak gorengnya Adik ganti dengan minyak wangi?”
…….
Si suami berpikir kenapa tidak menyelesaikan masaknya lebih awal lalu menyemprot ruangan  dengan parfum dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang bagus.
 Berat ya…. Harus mengurus anak, mengurus rumah, belanja, memasak, setelah itu harus tampil sempurna di hadapan suami.
Sebenarnya tidak ada yang berat jika kita melakukannya dengan ikhlas. Bukankah ini merupakan salah satu cara kita merawat biduk rumah tangga.
Kita sering lalai dalam masalah ini. Baju harga 200ribu, sepatu 100ribu, tas 150ribu, make up 100ribu, perhiasan 50ribu, total 600ribu. Kapan dipakainya semua itu? Saat keluar rumah. Ke kantor, arisan, pesta, dsb. Di rumah? Daster harga 25ribu yang dibeli di pasar, make up? Hehe yang ada masker tebal yang kadang nampak menyeramkan, parfum mahalnya? Disimpan, sayang, diganti dengan minyak angin atau balsem.
Tanpa disadari kita sering mematut diri berjam-jam saat akan keluar rumah tapi berani tampil seadanya saat akan berdua saja dengan suami. Tidak adil ya… (apalagi kalau si suami adalah pencari nafkah tunggal, dia menafkahi kita untuk tampil cantik di hadapan orang lain)
Seorang isteri ulama di Mesir bisa berganti baju 6 kali dalam sehari.  Bagus untuk dicontoh.
Saya sering menyampaikan hal ini pada ibu-ibu. Ada saja jawaban mereka.
è      Saya sering begitu, tapi suami cuek (suami memang begitu bu, kadang bahasa verbalnya susah)
è     
Capek ah, toh suami saya senang aja saya begini (itulah, suami sering malas mengungkapkan perasaannya kalau tidak dipaksa)
è      Saya gak punya uang beli baju bagus dan parfum (ya, kalau sudah begini suaminya aja yang tahu diri… hehe… tidak juga ya, pakai saja baju terbaik, yang penting tidak bau, tidak lusuh)
Tampil menarik seperti si customer service ini (di rumah, setiap hari) merupakan tantangan bagi kita, para isteri. Bermuka manis (bukan asam), wangi, ramah dan siap melayani, di saat hati senang maupun susah, disaat sedang atau tidak punya masalah. Kalau si customer service ini bisa berlaku demikian bukan berarti dia tidak sedang punya masalah. Siapa sih manusia yang tidak punya masalah. Tapi bagaimana dia mengatur hatinya agar masalah tidak mempengaruhi kewajibannya.
Semoga tidak ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Saya benar-benar sedang menyemangati diri sendiri. Menjadi seperti customer service bagi suami saya. Amin ya Allah.


Actions

Information

21 responses

26 11 2007
Ina-Nabila

HIhi … hal begini nih kecil mungkin bagi kita, tp besar dampaknya🙂.
Wah boleh ditiru tuh di rumah mpe ganti baju 6 kali. Yang ada kita cape nyucinya hihi😀. Ga sampe segituh kali ya …

ya, dengan catatan punya stock baju banyak kali ya….
Gantinya mandi pagi, siang, sore, malam + stiap habis keringetan…. hehe…

26 11 2007
Bunda Key

Kalau saya, berusaha terus menjadi yang terbaik untuk suami saya, walaupun susah sekali, pengalaman waktu cuti melahirkan, ga punya pembantu anak sudah dua, duhh boro2 ya mau dandan, mau ke toilet aja susahnya minta ampun … harus nya suami juga mengerti ya keadaan istri, lain halnya mungkin kalau di rumah ada banyak assisten, InsyaAllah wanita mana sih yang ga mau tampil cantik, ramah dan menyenangkan di depan orang yang mereka cintai …

InsyaAllah ya kita sebagai wanita muslimah bisa menjadi customer service yang baik buat suami kita. amiin🙂

amin… yes bun….serve him the best lah…

26 11 2007
Rien

wah, nice posting…knp selalu terlewat hal spt ini?😆
ummm, aku nih paling cuek kli dengan penampilan, apalagi no assisten, tp ketika dandan rapi, suami senyum-2 sambil bilang,…”kena angin apa ya ukhtiku? rasanya indah melihatmu cuek beybeh, aura’mu malah keluar dengan seperti itu” ini malah berbahaya yaaa?!?!😆
eh ya ukh, mengikuti saran anti terkasih, krn megang anak-2 ABG, pakaian dan hijabku cerah-2, jadi emang cerah membawa nuansa lain buat suami ya ukh🙂

uhibukki fillah🙂

*tertunduk malu* dibilangi nice posting sama si jago posting.
No worries ukh… suami memang berbeda-beda… ada yang seneng istrinya tampil apa adanya (asal bersih dan wangi kan…) ada juga yang seneng si istri dandan, ada juga yang seneng istri tetep tertutup, etc. Yang penting ada komunikasi kan apa yang dia mau.
Jadi sekarang bajunya cerah-cerah nih… jadi pengen liat…

26 11 2007
vera

heehhe asyik nih reminder buat kita para istri…memang bukan hal mudah sih klo mengurus rumah terus harus ngurus anak eh harus juga be ready pas suami pulang kerja.
Tp Insya Allah bisa klo sekali2…krn memang smua itu ibadah

tp benar yg penting komunikasi terbuka..antara suami istri,

knus( hugs)

wassalam

tapi kalo disana kan dingin ya…. jadi gak sering keringetan dan gak perlu sering2 ganti baju. hehe

26 11 2007
senaz

mba niiin..
topiknya pas bgt nih..soalnya slama sebulan terakhir aku dah mempraktekkan hidup rapi, wangi dan cantik slama dirmh..pdhal dulu2 mah asal ajah di rmh..hehehe..dan emang beneeer..suami dari sayang jd sayang bgt..dari sayang bgt jadi sayang sayang bgttttt..hehehhe

Alhamdulilah… seneng ya… apalagi diapresiasi gitu ama suami

26 11 2007
icha

wah kalo diindonesia sih mendingan menjadi seorang istri…dimesir sini…hueleh…susyeehhh…makanya saya gak betah disini…

emang kenapa say?

27 11 2007
Um Ibrahim

he..he..temanya ampir sama neh…
inget lagi kata mertua “setiap hari harus kaya penganten baru”
Salut aku sama beliau anak 12 tanpa assiten jg, dirinya,rumah & anak2 selalu “terawat”, pernikahan sudah 46th, sekarang kalau pergi sendirian baru sejam mertua lakiku udh telpon, ngomong “gak mau pulang?” padahal udah pada tua…;)

Ya… saya udah lihat mertuanya di ‘with one eye’, masih cantik dan seger ya….

28 11 2007
Lili

tul Ummi, bahkan setiap pas mau masuk ke kamar utk istirahat, Insya Allah pakai lagi parfumnya, tapi jgn banyak2..he.he.. langsung deh jadi gak tidur..ha.ha…

Suami dan saya senang sekali mengkoleksi parfum arab, dan jikalau kita semua ngeh, Rasulullaah itu sangat menyenangi parfum dan juga siwak utk menyikat giginya.. jadi hidup bersih adalah cerminan Rasul.

Wah… mau dong parfum arabnya…..

30 11 2007
Indahjuli

Tulisan yang bagus untuk introspeksi diri🙂
Met wiken yah.

1 12 2007
hartadi

mewakili para suami..
“gitu doong….”

Tunggu edisi bagaimana cara membahagiakan isteri pak, hehe…

1 12 2007
mulut

welgedewelbeh

Perempuan tidak terlahir untuk menjadi customer service untuk suaminya. Para suami harus pula bersikap baik dan lembut dan bersolek hanya untuk istrinya, jangan hanya pas mau ngantor atau ke mall saja rapinya minta ampun. Begitu pula halnya dengan sang istri. Bagaimana mbak setuju ga?

Ya… kan itu kiasan saja begitu. Setuju sekali kalo suami juga harus bersikap baik dan lembut serta bersolek hanya untuk isterinya. Lain waktu kita bahas tentang itu.
Jadi tambah penasaran ini… Anda pria apa wanita nih?

2 12 2007
iphan

untung mama saya ituh wanita karir😀

3 12 2007
Suci

mmm, nice writing….
Makasih ya, Mba…abis baca artikel Mba, banyak banget yang bisa diambil… bisa jadi pengunjung tetap nih…🙂

Alhamdulillah…Terima kasih. Sesungguhnya yang dipuji tidak lebih baik dari yang memuji

5 12 2007
Nita

Hehe, nice posting mbak, tapi klo Nita bilang siy, be your self … soalnya kadang d luar rumah (khususnya di kantor bagi yg bekerja) kita dah memakai “topeng” yg kadang sebenernya itu bukan our style. Pake Make Up *walopun tipis*, pake high heels, pake blazer ato baju yg rapiiii banged …. jd klo d rumah wajar ajah siy kita pake daster yg angin bisa masuk dr segala penjuru, hehehe … rambut digerai, ato bahkan pake celana pendek dan kaos yukensi … toh, cuman di rumah kita bsa begitu?

Tp nita setuju banged ttg wangi … yah at least, abis masak, bau bawang dan segala macem, cepet2 mandi, pake parfum …😀

Sorry teh, comment nya kepanjangan😛

Ok deh… kembali ke selera masing-masing ya

6 12 2007
mataharicinta

hmmm, gitu ya bun kalo udah jadi wife.
selagi masih single, belajar private disini dulu ah:)

ya… kurang lebihnya begitu deh say…

13 12 2007
Fakhrurrozy

Tulisan yang menggugah kesadaran.

Semoga Allah SWT merahmati Ibu berkat tulisan ini..amin

Amin… terima kasih atas do’anya

13 12 2007
itsme231019

salam. salam kenal ya. saya ahmad asli orang bandung. customer service. istri identik dengan customer service. pada tulisan ini ada semacam asumsi bahwa istri punya tuntutan untuk selalu melayani. kenapa kok begitu ya? saya pikir suami juga harus bisa melayani. betul gak..karena sesungguhnya tidak ada yang dominan dalam keluarga. egaliter aja deh. dalam benak saya, pikiran dan cara pandang istri dan suami harus dipertautkan setiap hari,istilahnya negotiable lah. jadi tidak ada satu pihak yang mendominasi fihak lain.
thanks and keep writing
ahmad

Terima kasih atas komentarnya. Betul sekali… istri dan suami harus saling melayani. Suatu saat, jika ada kesempatan saya juga ingin menulis perlunya suami berdandan untuk istri…. Semoga diberi keringanan

16 12 2007
Um Ibrahim

Yakhti, gimana nih kabarnya? koq lama gak diapdet? everything’s alright kah?

17 12 2007
andi

Menjadi CS adalah sebuah pekerjaan dengan imbalan uang saja wanita bisa melakukannya, tapi mengapa menjadi istri yang juga sebuah pekerjaan yang imbalannya Surga malah tidak menjadi perhatian dan prioritas. Saya juga yakin mbak CS yang ditemui mungkin jika sudah menikah belum tentu semanis itu didepan suaminya🙂

Kadang bagi sebagian orang uang lebih menggiurkan daripada surga. hmm… naudzubillahi min dzalik.

24 12 2007
senaz

mba nin..pa kabar?..kok blm ada postingan lagi???..baek2 aja kan sekeluarga?..

4 01 2008
wiwin

iya fenomena daster dan bau dapur yg kerap kita temui… duh moga bisa jadi istri yg bisa tampil Okeh di depan suami….
tulisannya seputar rumah tangga ya,bu:) wah kudu sering2 mampir neh… berguru sebelum menikah …. ^_^
salam dari kairo🙂

iya.. hampir sebagian besar tentang rumah tangga, soale masalah rumah tangga itu ga ada matinye😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: