Abang disini Mi

15 01 2008

dsc00864.jpg

Syamil (si abang), sayang sekali sama adiknya. Saking sayangnya kalau mencium sampai membuat si adik kegerahan, dan menangis, kadang-kadang sampai terjatuh. Kalau sudah begitu, orang dewasa yang ada di dekatnya (ummi, abi, nyai, bibi) otomatis berteriak. ”Abang, diapain.”Biasanya dia akan jujur, ”abang cium,” atau ”abang dorong.”😀

Selalu begitu… setiap adiknya terjatuh selalu yang ditanya si abang (karena ia memang sering jadi penyebabnya). Lama-lama kasihan juga melihat dia disalahkan terus, yang tentunya ini bukan hal yang baik bagi perkembangan jiwanya. Kami sadar akan hal ini, namun kadang suka latah bilang ”Abang…” saat adiknya terjatuh. Terutama bibi (khadimat kami). Kalau kami masih bisa menahan diri.

Suatu hari, si adik terjatuh dan menangis, belum sempat ada yang teriak, abangnya sudah teriak duluan, ”Abang disini mi…!” dengan wajah penuh kemenangan. Maksudnya dia berada di tempat yang jauh dari sang adik dan bukan dia yang menjatuhkannya.  

U….. kasihan abang. Setelah meletakkan adiknya yang sudah diam (tidak menangis lagi), saya langsung memeluk si abang. Saya ungkapkan permintaan maaf, karena selalu menyalahkan dia. Kasihan anakku. Tak cukup rasanya pelukan dan ciuman menebus rasa bersalah padanya. Itu jadi pelajaran buat kami. Selanjutnya, kami tidak pernah menyalahkannya lagi. 

Kita (siapa saja), terbiasa mencari kambing hitam atas sebuah kejadian. Harus selalu ada yang dipersalahkan.  Benar, bahwa di dunia ini ada hubungan sebab akibat. Tapi kadang dalam mencari sebabnya terkesan memaksa. Malangnya kalau orang yang tidak bersalah yang dijadikan sebab.

Piring di rumah pecah, ”Bibi tidak hati-hati sih…”

Seseorang yang meninggal karena tabrakan, ”Dia sih ngebut….”

Ada saja.

Kalau kita mau berlapang dada dan mengembalikan semuanya kepada Allah, bahwa Dialah yang menghendaki semua itu terjadi, insya Allah tidak akan ada beban yang menggelantung di hati. Tak perlu sampai berlebihan menyalahkan orang (yang mungkin melakukan kesalahan karena khilaf atau tidak sengaja), hingga orang tersebut merasa sangat terpojok. 

Ketika kami sedang berlibur di rumah neneknya anak-anak di Samarinda, ada sebuah kabar bahwa tetangga disana ada yang meninggal di perjalanan dari Balikpapan menuju Samarinda. Mobil yang dikendarainya tertimpa pohon yang tiba-tiba tumbang.

Coba pikirkan, siapa yang salah? Apakah dia yang tidak berhati-hati?  

Tumbangnya pohon tersebut tidak ada hubungannya dengan kehati-hatiannya. Pohon itu tumbang tepat ketika mobil itu melintas di bawahnya, tepat mengenai atap mobil yang berada di atas kepalanya.

Masya Allah…. Hanya dalam hitungan detik. Kalau dia lebih cepat beberapa detik saja, mungkin pohon itu tidak menimpa kepalanya. Tapi Dialah Allah yang menghendaki itu semua terjadi. 

Berhati-hati… tetap harus diusahakan. Tetapi ketika usaha itu sudah dilakukan, hanya kepada-Nyalah kita kembalikan urusan.

”Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan.” (22:76). 

Lalu, apa hubungannya dengan Syamil ya? J

Maksud saya, dari pengalaman dengan Syamil itu, mari kita kurangi mencari-cari kambing hitam, menyalahkan orang lain (yang belum tentu salah), stop blaming it on something/ someone deh (jadi inget lagu ’Blame it on the rain’).


Actions

Information

14 responses

16 01 2008
al f

Asl… ehe..jadi malu sendiri……kita sering begitu.. nyalahin orang padahal dia dah kesakitan…bagus skali buat ingaitin diir.thanks.
oya…mask koment tempat sy nggak bisa, buka “Selengkapnya… trus sabar dikit….trus Pilih sebuah identitas:
Sign-in menggunakan:
WordPress, misalnya….
udah bisa koment tuh…coba aja lagi mbak………thanks

kalau mau diakui, ya… kita memang sering begitu

16 01 2008
Fakhrurrozy

Kata seorang Guru, bahwa puncak tawadhu’ itu adalah mampu berbaik sangka kepada Allah SWT dan mampu berbaik sangka kepada sesama makhluk Allah SWT.

Semoga kita mampu belajar untuk bisa melakukannya..Insya Allah🙂

Wallahu a’lam

Amin… insya Allah dengan usaha dan do’a

16 01 2008
Rien Hanafiah

bagusnya saya belum memposting ‘blame it on the rain’😆

kejadian pas banget!
setiap hal selalu kita sangkutkan pada org lain. mencari kambing hitam itu kan lebih mudah daripada mengakui kebodohan atau pun kesilapan kita. semoga kita tidak termasuk didalamnya….

Ane disini, Mi!😀
sudah ada kalimat pada rumah mayaku…klu pun lelet dalam menuangkannya…kmulah yg mengerti kemana diriku😛

Gak papa… diposting aja…
Aku sudah melihatnya bahkan telah kutinggal goresanku padanya ya ukhty fillah

16 01 2008
hendrat

Assalamu’alaikum

salam kenal.
afwan, saya ambil beberapa artikel untuk ditampilkan di blog saya, sumber tetap saya cantumkan,
salah satu artikel yang sudah ditampilkan bisa dilihat di sini:
http://sasongko.duniakata.com/http:/sasongko.duniakata.com/archives/begini-lho-masalahnya

wassalamu’alaikum

Tafadhol… semoga bermanfaat

16 01 2008
Abuyahya

Mampir lagi…

Bukannya nyasar, tapi petunjuk Allah SWT yang membawa saya ke blog ini, blog wanita yg sadar perannya sebagai “tiang negara”, serta sedang mencetak mujahid/mujahidah agar tegar dan siap menghadapi zamannya yang memang beda dengan zaman “kami” dulu… (*nggak berani bilang kita krn rasanya saya lbh “senior”*)…selamat berjuang, dan mohon do’anya.

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya..” (Makna Hadits Rasulullaah shallalLaahu ‘alayhi wa sallam)

Alhamdulillah….Terima kasih atas semangatnya.

16 01 2008
Um Ibrahim

he..he…yang lebih kasian lagi kambing koq mau dijadiin hitam…just kidding…

Tapi bener yang paling susahkan menaklukan diri sendiri, namanya manusia mau enaknya terus, susahnya buat yang laen aja… tapi Insya’Allah dengan Sholat dan Dzikir, kita bisa terjauhi dari perbuatan keji dan mungkar…Amin.

Amin….

16 01 2008
Donny Reza

Saya di sini…:D

Memang nggak enak sih disalahin, padahal saya juga seringkali melakukan kesalahan itu karena ketidaktahuan saya. Mana ada sih kita melakukan yang ‘disengaja’ yang tujuannya untuk merusak atau mencelakai orang lain. Kecuali emang punya penyakit dengki akut kayak di sinetron2 itu.

Kasus saling menyalahkan ini juga biasanya ketika terjadi kecelakaan di jalan raya. Terutama pengendara motor atau mobil yang sesungguhnya tidak pernah niat menabrak orang lain, tapi kadang-kadang -atau sering- si korban malah menuntut yang nggak-nggak. Cuma lecet aja sampai minta ganti rugi jutaan…pyuuuhhh!

Tepat sekali… Kayanya udah jadi hukum jalanan… kalau ada tabrakan mobil dan motor, yang salah pasti mobil, yang harus ganti rugi pasti mobil. Dianggep yang ngendarai mobil orang kaya, padahal bisa aja mobilnya pinjeman, atau rentalan, atau hadiah dadakan….*geleng-geleng*

17 01 2008
Dy

alhamdulilah, lg2 saya dapat pelajaran ttg mendidik anak di sini, gak papa utk bekal kelak insyaAllah.:)
tingkah anak kecil, mmg unik dan kita juga banyak dapat pembelajaran darinya ya mbak ya..yah sejak punya adik kecil itu, jadinya saya suka banget perhatiin tingkah lakunya anak kecil😛
salam buat si abang ya mbak, semoga bisa jadi abang yang baik yang bisa ngelindungi adik2ny seterusnya yaa.. ^-^

amin… terima kasih tante….

17 01 2008
raddtuww tebbu

betul kata DY,, jadi bisa ikut belajar,, kalau2 nantinya ALLAH mengamanahkan mahluk mungil yang disebut “anak” pada saya,, cara mba mendidik unik,, selain pelajaran untuk dia,, belajar untuk ummi & abi nya,, trus dengan baik hati mba rela berbagi dengan kami,, terimakasih ya mba..

Sama-sama… saya dulu juga seneng memperhatikan bagaimana kakak2 saya dulu mendidik anaknya… berusah ambil yang baik dan buang yang buruk

18 01 2008
Al Hasani

iya tuh mi…emang paling enak nyari kambing, hitam, putih, apalagi kalo bisa disembelih, kenikmatan berkali lipat tuh…..
tapi bener bgt tuh, semua ketentuan tu memang dari ALLAH, tapi susah bgt buat kita sadar dan ikhlas nrimo dengan segala ketentuan itu…..semoga ALLAH selalu membantu kita untuk memahami segala ketentuannya

Ya itulah manusia. suka memilih mana yang sesuai dengan hatinya. peraturan Allah yang diikuti juga yang paling cocok dengan dirinya

18 01 2008
oliveoile

Mencari kambing hitam❓ *sigh*
Sejujurnya, tidak ada seorang pun manusia yang mau disalahkan, sekalipun dia berbuat salah.

Eh tapi kalo saya insya Allah akan mengaku salah bila salah.😀

21 01 2008
deen10february

Sama seperti yang sy katakan ke adik2 sy tempo lalu. Setelah mereka dapet apes.. biasanya yg mereka lakukan pertama kali adalah nyari sapa yg bisa disalahkan..😀..
Kemaren adik sy, secara tak sengaja menendang gelas yang setengah berisi air. Gelas itu berada sisi sofa, bukan di tengah2 jalan. Spontan mulutnya lgsg berteriak “Sapa sih yang taruh gelas di sini..?!”
Spontan pula sy lgsg menjawab, “Dede harusnya evaluasi diri dulu, kenapa juga baring2an di lantai ampe tuh kaki nyerepet2 ke sofa”

Alhamdulillah, setelah itu, dede sy itu lgsg berdiri dan mengangkat gelas itu. Tapi sy akui ada yg salah dari sy. Harusnya setelah itu, di belakang dede, sy menegur si ade (kakaknya si dede sy..ade nomor 2 sy), klo naruh gelas jangan di sisi sofa, karena di situ bukan tempat gelas..😀. Lupa euy.

Tapi alhmdulillah, satu pelajaran bahwa lebih baik mengevaluasi diri sendiri, meski sebenarnya kita berada di tempat benar. Sebuah konflik terjadi, biasanya kita terlalu egois pada kepntingan diri sendiri. Arogan dengan kehendak diri sendiri, meski sesungguhnya benar. Tapi yg namanya arogan, biasanya ogah mengoreksi diri. Yang inilah yg perlu di waro’kan..🙂..

Thanks mb, atas postingannya..:)

Wah kakak yang bijaksana nih. Ya, semoga kita dijauhkan dari si arogan ini ya….

29 01 2008
Abuyahya

Terima kasih atas kunjungannya,

JazaakilLaahu khayraa,

Dikunjungi oleh seorang ibu mujahidah yang sedang berjuang membesarkan anak-anak sebagai mujahid membuat saya lebih semangat berbagi “kegalauan” melalui tulisan di blog saya. Sebenarnya saya sendiri sangat takut karena tahu banyak menyalahgunakan ni’matNya …
Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa inlam taghfir lanaa watarhamnaa lanakuunannaa minal khaasiriin …….. QS 7:23

Amin…. ya Rabb…

1 02 2008
senaz

makasih mba nin di ingetin..
btw, itu lagunya milli vanilli ga siii?

Bener banget…. inget aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: