Dia, dan anak-anak itu…

22 02 2008

picture-146.jpg picture-219.jpg

Dan dia telah pergi… pada pukul 12.45, hari Kamis 21 Februari 2008. Sahabat yang sudah saya anggap sebagai adik sendiri, setelah 5 hari terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU RSU. ZAT yang paling berhak atasnya telah memanggilnya kembali.

Dan dia telah begitu banyak meninggalkan hikmah di balik kepergiannya, yang bagi kami begitu tiba-tiba. Begitu banyak. Selama 5 hari kami bolak-balik ruang ICU (sampai hapal denah RSU yang sebelumnya bagi saya cukup membingungkan).  Lima hari berada disana menjadi terapi tersendiri bagi jiwa-jiwa kami. Bagaimana tidak, di dalam ruang yang dipenuhi alat-alat canggih itu terbaring 7 orang manusia yang sedang berjuang antara hidup dan mati. Ada yang mempunyai masalah dengan jantung, ginjal, dsb. Ada pula yang baru saja mengalami kecelakaan. Semuanya terpampang di hadapan kami dengan kondisi yang menyayat hati. Satu orang diantaranya keluar dari ruangan itu setelah dinyatakan cukup sehat. Dua yang lainnya keluar dengan jasad yang telah terpisah dari ruh. Sahabat saya itu, keluar dengan diiringi tangis pilu sahabat yang lain dan tentu, keluarga. Sang suami begitu tegar. Allah yang Maha Rahman telah memberinya waktu 5 hari untuk menguatkan mentalnya. Ya, saudara saya itu keluar dari ruang ICU menuju kamar jenazah. Beberapa hari sebelumnya ada seorang kawan yang takut pergi ke musholla karena bersebelahan dengan kamar jenazah. Ternyata hari Kamis itu kami malah ngendon disana.  Sesaat, kesenangan duniawi hilang dari angan-angan kami. Memang, rumah sakit adalah tempat yang bagus untuk wisata mata dan hati.

Dan dia telah mengikat hati-hati kami. Berada di rumah sakit itu, saya banyak bertemu orang-orang yang luar biasa. Bertemu orang-orang yang rela meluangkan materi, tenaga, pikiran dan waktunya untuk menjaganya, memberikan semangat pada suaminya, mengurusi segala keperluannya serta mendo’akannya. Saya jadi mengenal Mba Titi’, Mba Yun, Mba Tuti, Mba Lela, Mba Ida, Pak Budi, Pak Mardin dan Bude, yang tak pernah lelah bolak-balik ke rumah sakit. Begitu pula orang-orang yang sudah lama saya kenal. Bu Isti, Bude dan Pakde Parjono, Mba Endah, Mba Titi, Mba Sinta, Mba Ulfa, Mba Leni, Mba Santi, Mba Dwi, Mba Kepi, Bu Kadir, Pak Aji, Pak Bagus. Semoga Allah membalas segala kebaikan mereka.

Dan dia telah menorehkan begitu banyak kenangan. “Mbak, lagi tidur ya…” Sapaan itu masih hangat terasa di telinga ini. Sapaan yang selalu dia lontarkan saat berkunjung ke rumah. Bagaimana saya bisa melupakan sahabat yang menunggui saya saat melahirkan anak yang ketiga melalui operasi 9 bulan yang lalu.  Dia datang tepat pukul 9, membelikan perlengkapan yang belum sempat terbeli. Menemani hingga pukul 5 sore, meninggalkan anak-anaknya di rumah. Dia yang, Ah, mengingatnya semakin membuat hati ini tersayat. Dia, yang penuh perhatian, telah dipanggil oleh Rabbnya.

Dan anak-anak itu… Dua bocah polos itu…. kini tak beribu…. Saya tak mampu menahan air mata yang sudah menggenang untuk tidak keluar. Wajah polos mereka mengingatkan saya pada ibunya. Mereka anak-anak yang tabah. Ketika akan keluar dari pintu bandara menuju pesawat, si sulung yang berusia 6 tahun bertanya, “Ibu mana?” Oh sayang… mungkin benaknya bertanya-tanya. Biasanya saat akan boarding ibunya selalu menuntunnya, tapi mengapa kali ini tidak. Dan suatu hari nanti mereka akan merasa bangga, mempunyai ibu yang telah menjemput syahidnya, insya Allah.

Selamat jalan Adikku sayang… Semoga Dia menerima semua amal baikmu, menghapuskan dosamu dan menempatkanmu di tempat yang baik.  

Namamu, senyummu, tawamu, tangismu, tingkahmu selalu ada di hatiku. Membekas disana dan tak akan pernah terganti.  Karena dirimu memang tak tergantikan.

Kutulis ini dengan penuh cinta… dan air mata…

Sesaat setelah mengantarkan jenazahnya ke bandara untuk diterbangkan ke tanah kelahirannya, Madiun. Jum’at yang basah, 22 Februari 2008. 

Ps. Kepada kawan-kawan yang sudah mendo’akan saya ucapkan beribu terima kasih.

Gambar kiri: Hariyani (alm); Gambar kanan: Pras dan Salsa (dua buah hatinya) sesaat sebelum berangkat ke Jawa bersama teman-teman yang mengantar ke bandara


Actions

Information

16 responses

22 02 2008
jimmy

turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya temannya mba.. semoga mba dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan oleh Allah dan mampu meneruskan kehidupan di bumi ini dengan baik..

Amin… ya, di asudah terhindar dari fitnah dunia sekarang, tinggal kita yang hidup yang masih harus berjuang

23 02 2008
oliveoile

Hik…butiran kristal ga terbendung saat membacanya. Insya Allah beliau seorang syahidah mbak, yang berjuang untuk menjaga titpanNya.

Amin, insya Allah……

23 02 2008
Lili

innalillaahi wa inna ilaihi rojiun, semoga seluruh keluarga tabah dan sabar, dan semoga almarhumah mendptkan tempat di sisi Allah SWT, aamiin

Amin… Jazakillah mba…

23 02 2008
hafidzi

saya ikut berduka….
sabar yaa…..
semoga ada hikmah dari semua itu.

Amin, terima kasih

23 02 2008
Sasongko

Innalillahi wa innailaihi roji’un…

Insya Allah almarhumah mendapat tempat yang baik di sisi Allah… Amin…

Amin…

24 02 2008
Rien Hanafiah

innalillahi waina illahi roijun
semoga dilapangkan kuburnya, …
semoga keindahan tetep ada di tempat yg abadi

bener ukh, tinggal kita yg berjuang dengan segala kehidupan di dunia

afwan baru tahu,…i’ve buzz u on yours a few days ago,..sabar ya,…

amin…amin…

24 02 2008
Um Ibrahim

Innallilahi wa Inallilahi rojjiun,

Allah yarhamha, semoga yang ditingggalkan juga diberikan ketabahan, dan Insya’Allah dapat bertemu kembali di Jannah.

Amin… Semoga kita pun kelak bisa kopdar disana um

24 02 2008
icha

el baqa’lillah…
duuh aku jd gak bs komen…
terlalu sulit sama urusan yg satu ini.
semoga arwahnya bahagia dialam sana..amiin

Amin…. Syukron Mba Icha

25 02 2008
Cabe Rawit

Ane ikut beruka cita. Semoga beliau diterima di sisi Allah SWT. Dan menjadi nasihat bagi yang masih hidup.😥

Amin…. ya benar… semoga bisa jadi ibrah bagi yang masih hidup

26 02 2008
raddtuww tebbu

innalillaahi wa inna ilaihi rojiun, semoga almarhumah mendptkan tempat di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,, amiin ya rabb al alamin,,😦 sedihhh bacanya,,

Amin.. amin… iya dik… kesedihan itu masih terasa sampe sekarang….

26 02 2008
nh18

Ibu Nina …
Maaf ini yang ibu maksud di postingan sebelumnya ya …
Saya ikut bebelasungkawa ibu …
Semoga yang ditinggalkan diberi kekuatan oleh ALLAH yang maha Kuasa …

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun …

Saya turut memanjatkan doa untuk almarhummah …

Salam saya
http://theordinarytrainer.wordpress.com

Benar sekali… dialah orangnya…

26 02 2008
dewi

إنالله وإنااليه راجعون
اللهم اغفرلها وارحمها وعافيها واعف عنها

mba…ikut berduka cita….

Iya say…. terima kasih…

26 02 2008
fauzansigma

turut berduka cita

Thanks

26 02 2008
missglasses

innalillahi, turut berduka cita ya, mba..
ikut sedih. duh, jadi bingung mau nulis apa😥

terima kasih sayang…

27 02 2008
oRiDo

innalillaahi wa inna ilaihi rojiun,..
turut berduka cita..
semoga husnul khatimah..

*aseli merinding klo denger/baca cerita orang mninggal..*

Amin….

7 03 2008
mataharicinta

bunda, ini tentang sodara yang masuk rumah sakit kemaren2 ya?
innalillahi wa inna ilaihi raaji’un ya bun.
neng turut berduka cita.
postingan ini ngingetin neng lagi sama bunda inong:(

Benar sayang… Terima kasih ya… Iya Buda Inong meninggal dalam usia relatif muda ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: