Sesugguhnya Hidup dan Matiku…

6 03 2008

picture-034.jpg

Beberapa bulan lalu ada pengumuman bagi warga perumahan yang ingin memperbaharui KTP (Kartu Tanda Penduduk). Saya tawari Nyai (ibu saya), yang dijawab beliau :”KTP saya untuk seumur hidup.”

Oh iya, saya baru ingat. Ibu saya sudah mendapatkan KTP seumur hidup sekitar 15 tahun yang lalu.

Saya kurang tahu pasti peraturannya, sepertinya setiap warga negara yang berusia diatas 55 tahun mendapatkan KTP seumur hidup.

Hmmmm… Apakah mungkin karena usia 55 tahun ’dianggap’ mendekati kematian ya?

Dalam percakapan sehari-hari kita sering menjumpai orang menyebut seseorang yang telah sepuh sebagai orang yang ’sudah bau tanah’, dalam arti sebentar lagi akan meninggal. Ungkapan yang menurut saya sangat tidak pas. Karena setiap manusia (0 – sekian tahun) bisa disebut bau tanah (jika memang yang dimaksud bau tanah disini adalah dekat dengan kematian). Berapa kali Allah mengulang ayat ”Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan mati” dalam kitab suci. Tidak pernah disebutkan secara spesifik ”Tiap yang berusia sekian pasti akan mati”.

Kematian, dikehendaki atau tidak bisa datang kapan saja.

Masih ingat sahabat saya yang berpulang kepada Allah tanggal 21 Februari yang lalu? Kalau dibanding dengan usia ibu saya yang hampir mendekati angka 80, hanya 1/3nya. Banyak orang yang datang takziah berucap, ”Ya Allah, padahal seminggu yang lalu masih ketemu” atau ”Gak nyangka ya kelihatannya selama ini sehat-sehat aja”, dll.

Ibu saya juga kadang tertegun, mendapati orang-orang yang berusia jauh di bawahnya  telah mendahuluinya, termasuk anaknya sendiri (kakak laki-laki saya) yang secara tiba-tiba meninggal tahun 2005 lalu. Kejadian tersebut cukup mengguncang ibu saya, karena beliau sempat berharap kelak anaknya lah tersebut yang akan mengurus jenazahnya saat Allah memanggilnya kelak.

Kembali ke soal KTP, mungkin pemerintah mengikuti anggapan umum, bahwa yang tua akan mati lebih dahulu.

Tapi sebagai manusia yang meyakini rukun iman, kita harus percaya… bahwa hidup dan mati kita benar-benar berada dalam genggamannya. Jika Dia menghendaki kita mati sesaat setelah membaca tulisan ini, maka itu pasti akan terjadi.  Kematian pasti akan menghampiri kita, tanpa memandang usia, status, jenis kelamin, atau pun jabatan. Waktunya? Wallahu’alam bi shawab.


Actions

Information

26 responses

6 03 2008
achoey

setiap yang bernyawa pasti akan mati
dan jatah usia kita telahditentukan-Nya
jangan karena masih muda lantas kita tetap berhura-hura, berleha-leha dan tak memikirkan agama
butuh banyak dai dan daiah. seperti Teh Nina contoh daiah didunia blogger ini.

Wah! berat nih. Insya Allah kita semua adalah da’i dan da’iyah… Yang paling penting semoga bisa istiqomah….

6 03 2008
realylife

sesungguhnya hidupku dan matiku
hanya untuk Allah , dan ditentukan oleh Allah
semoga kita menyadari hidup kita yang singkat ini ya mbak
dan kita mau belajar untuk mengisinya dengan hal – hal yang bermanfaat

Amin… semoga saja… Belajar.. salah satunya trus membaca tulisan Mas Said

6 03 2008
ridu

sebenarnya siy untuk mempermudah yang sudah lanjut usia saja.. kalo gak pake KTP seumur hidup nanti kalo habis masa aktif KTP-nya ntar ribet buat memperpanjang lagi dan ngurus2nya.. kasihan kan mesti berurusan administrasi segala macem kalo untuk lansia

He…he… bener juga…

6 03 2008
oliveoile

Iya, menurut saya komentar @ridu benar.
Mungkin tujuan pemerintah membuat KTP seuumur hidup untuk membantu lansia. Kasihan khan kalo lansia berusia 70-an harus ke kantor camat buat foto untuk KTP. Ia kalo masih sehat, kalo sakit khan kasihan🙂

Iya mba…. mungkin begitu…

6 03 2008
RaiN

jadi ingat novel yang judulnya “Hafalan Sholat Delisa” 😉

Wah… saya perlu baca nopelnya nih…

6 03 2008
nh18

Kalau saya ingat Lagu Ungu …
“Andai ku tau … kapan tiba waktu ku …”

Terima kasih ibu Nina …
Salam saya

Ya.. lagu itu memang menyentuh… mengingatkan kita akan rahasia umur yang hanya Allah yang tahu

6 03 2008
daeng limpo

Live is a journey…you must focus with your target and destination.

Kematian tidak berbanding lurus dengan umur, karena kematian tidak memiliki formula tertentu yang bisa menentukan kapan seseorang akan mati. Rahasia mati adalah sebagai petunjuk bahwa…..saya dan anda sebaiknya berfikir untuk memanfaatkan detik demi detik perjalanan hidup ini untuk kebahagiaan bersama di sini atau di “sana”, kerana rahasia itu kita menjadi awas dan berhati hati memanfaatkan jatah umur yang ada.

__salam buat keluarga—

Live is a journey… jadi inget blognya really life nih…
Ya…. banyak kejadian yang menunjukkan tak berbanding lurusnya umur dan mati. Terima kasih atas tambahannya. salam juga buat keluarga

6 03 2008
quelopi

sampai detik ini saya masih mengandalkan kartu mahasiswa, dan terkadan juga nggak bawa IDCard, so… untung2 aja nggak dikejar ama trantip

Kalo gitu besok segera diurus ya KTPnya…

6 03 2008
Um Ibrahim

Terima Kasih yakhti sudah diingatkan, selama ini saya baru bisa bersiap diri dengan berusaha sholat tepat waktu dan selalu dalam keadaan “punya” wudhu, … “takut” sewaktu-waktu, memang masih minim ya persiapannya, mohon doa aja Insya’Allah moga bisa bertambah…🙂

Salaam tuk anak2:)

Salam kembali dari anak-anak….Semoga bisa istiqomah Um… Bukankah Bilal bin Rabah sudah terdengar terompahnya di surga karena ketelitiannya menjaga wudhu

6 03 2008
jimmy

setuju sama ridu, supaya para lansia gak usah repot2 urus ktp.. tapi pertanyaan saya, kalo para lansia gak perlu repot, kenapa yang masih muda2 harus repot? kenapa gak yang masih muda2 juga dibikin ktp seumur hidup aja ya? ngurus ktp itu kan repottt sekaliiii

Nah, coba aja diusulkan ke pemerintah, supaya yang muda cukup membuat KTP sekali seumur hidup

7 03 2008
chatoer

masih heran kenapa namanya KTP seumur hidup, harusnya diganti jadi unlimited KTP ajah, hehe

Kenapa ya? apa seumur hidup bahasa inggrisnya unlimited?😀

8 03 2008
Donny Reza

Pra-Ramadhan yang lalu, saya sempat menjadi salah seorang yang terlibat dalam entry data kependudukan kota Bandung. Yang membuat saya agak terhenyak sebetulnya ketika nama-nama orang yang sudah meninggal, namanya dihapus dari database…

Di situ saya berpikir, suatu saat…jika tidak ada hal besar yang saya lakukan atau tinggalkan, nasib nama saya akan seperti itu…dihapus dan dilupakan.

Insya Allah nama Mas Donny tidak akan dihapus oleh orang-orang yang telah membaca buku Mas Donny….

8 03 2008
realylife

terima kasih bu nin
salamnya sudah saya sampaikan sama ibu juju
mungkin saya akan kasih contacnya
bisa minta alamat email ibu
kirim ke
dyandrawicaksono@yahoo.co.id
ini email saya
makasih

Terima kasih Mas Said…

9 03 2008
hanggadamai

kita semua pasti kembali kepadaNya

Itu paaaasssstiiii

10 03 2008
raddtuww tebbu

heeh mba,, mungkin bner kata ridu,, kasian kalo yang udah sepuh mesti bolak balik ngurusin ktp,, dan lagi biaya ngurus ktp kan tidak murah,, *belum biaya lain2nya* walaaahhh.. repote poooolll jadi,, kalo bisa KTP saiiia mau juga dibuat seumur hidup,, biar gak repotttt.. kalo bisa paspor juga,, hihihihi:mrgreen:

memang hidup dan matinya seseorang hanya ALLAH yang tahu.. btul bgitu bukan?? ya!!!

10 03 2008
raddtuww tebbu

bner kata ridu mba,,

kalo boleh milih,, saiiia mau juga KTP seumur hidup berlakunya biar ga repot dan gak keluar biaya terus2an,, dsini sampe 75ribu loh per KTP,, parah bgt ya??

10 03 2008
ventin

bener ya mba…yg namanya mati bisa datang kapan aja. Minggu yg lalu saya br mampir disebuah mesjid, ngga taunya ada 3 jenazah yg sedang disholatkan. Duh bener2 merinding, dlm satu hari di satu masjid ada 3 orang yg berpulang. Jadi inget mati, dan mulai takut krn msh jauh dr harapan sbg seorang hamba .yah yg jelas msh terus berusaha mendekati yg semestinya dilakukan oleh seorang hamba.
salam kenal mba, seneng bisa mampir diblog ini, sarat hikmah.

10 03 2008
Fakhrurrozy

“Seseorang itu dimudahkan untuk apa ia diciptakan…”

Kehidupan bukan hanya retorika tanpa kerja nyata.
Semoga Allah mudahkan kita untuk berbuat kebaikan dalam bentuk yg Dia ridhai..

Ya Allah,

Kurniakanlah kepada kami akhir yang baik saat menghadap-Mu, husnul khatimah dan jadikanlah kubur-kubur kami bagian dari taman-taman syurga-Mu..

10 03 2008
ibnu isa

ya.. saya ada di blogspot (http://ibnuisa.blogspot.com) dan juga di tempat lain …

11 03 2008
indra1082

tergantung RT nya, kalau bagus, paling buat uang gula kopi, tapi kalau ndablek ya berpuluh-puluh ribu….

Hehe… gitu ya…?apa mungkin gajinya kurang ya sampe harus begiut? ini jadi PR buat pemerintah nih…

11 03 2008
antown

Kalo orang pedalaman (baca:pelosok) masih butuh KTP nggak ya?

Butuh dong… kan mereka warga Indo juga…

12 03 2008
deen10february

iyayah, kadang byk orang blg..”uzur itu dah bau tanah”, buntut2nya..tunggu uzur dulu baru banyak2 ibadah..
Padahal, sepejam mata saja ke depan tak bisa kita jaminin..

Sepejam mata ya… duh sungguh begitu cepatnya ya

12 03 2008
tepe69ngalam

tapi bukankah ada hadits Nabi yang menyiratkan bahwa rata2 manusia sekarang usianya 40 tahun… yah coba nanti saya cek lagi Insya Allah

Bukan 60 ya?

13 03 2008
IndahJuli

tulisan yang menyentuh untuk selalu mengingatkan kita bahwa kapan saja bisa dipanggil.
Nice sharing mbak, senang bisa kembali berkunjung kesini🙂

Terima kasih….

18 03 2008
Rien Hanafiah

sesungguhnya mungkin begini ukh,…diberikan KTP seumur hidup adalah memberi kemudahan bagi mereka yang telah berusia diatas 40thn utk ga bolak-balik ke kelurahan hnya utk mengurus KTP, membantu agar tidak hanya KTP yg diurusin lagi…😆

kaifahaluq ya ukhti?

Bi khoir…. mungkin memang begitu alasannya ya…

26 03 2008
Hedwig™

Setahu saya, KTP seumur hidup adalah sebuah penghargaan bagi warga negara senior. Selain mereka tidak perlu memperpanjang lagi (otomatis gak perlu nyogok pegawai kelurahan) KTP mereka juga dapat digunakan untuk menikmati (sedikit) fasilitas publik. Contoh: Discount saat beli karcis kereta api bagi warga senior.

ya… mungkin juga begitu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: